Wednesday, September 26, 2012

Better me..

Stay away from parents give a lot of changes in my life. I become more independent. I'm get used to do chores such as washing dishes after eating, cooking, washing my clothes, even I can clean the bathroom and toilet which I have never done it at home in Padang. 

~
Now, I declare that I am vegetables lover, cooked or not I like it. It is just because I was invited sometimes for a dinner. There is always raw vegetables dishes, because I want to respect them, I ate those vegetables. and now I am used to eating raw vegetables. 
Yesterday I bought kebab in Harajuku, I ate all vegetable. And if I cook by myself, seems hard to eat if there is no vegetable. haha,

~
Much better in cooking. 
As we know, Tokyo is the most expensive city in the world. Living cost here is so costly. So cook by myself is much much much cheaper than eating out. Seriously! Maybe cooking gonna be my new hobby. I really like cooking now. There is a supermarket near my place. I can find many kind of ingredient for cooking here, such as sea food, beef, chicken, shrimp, vegetables, and cheese. I do experiment by myself, try to mix it haha. The taste of my food is not really that bad. Cooking ability is existing within me lol:

Bihun seafood with cheese by chef dilla :D
Indonesia fried noodle with egg and shrimp

~
Wanna go out with me? let's make appointment! 
I'm get used to schedule it, even for a weekend next month I've got a plan. This is not because I am a busy person or how, I am influenced by the environment around me and Japanese habit as well. Seems like everything must be planned. 

~
More awareness!
Yes, I am! I put more awereness about my health. I always eat at least three times a day, I consume vitamins, drink more mineral water, always drink milk and yogurt. I live alone, I don't want to get sick and thin, I have to take care of my health!

~
A lot of positive changes happened to me! ;)

Friday, September 21, 2012

Friday Morning [21-09-2012]

This morning was so terrible for me, ya even every morning will be so crowded in the subway on the way to my office but this morning was different, it was totally sucks! I was standing between 2 men, the man who stood in front of me raised his hand and held on hangers subway, the annoying thing is I was standing under his armpit (ketiak) and I could not move. When some people got out from the subway, I moved to another side and just realized I stood in front of man who also raised his hand and held on hangers subway and his armpit full of feathers, oh my! It means my hair was touching his armpit T___T

Beside that there is something that makes me feeling so great, I just had monthly review with  company and AIESEC. AIESEC representative who came to the office was Takumi. It was his first time to meet my supervisor. They directly exchanged business cards. I like the flow of the meeting, the way they respond my feeling and opinions, and its feedback. So professional!

After finished the meeting, they accompanied Takumi until elevator door. Ya many things amaze me. Japanese working culture is awesome! 


PS: Anyway, next month we gonna have monthly review on October 26, after that we will have dinner together (me, company, and AIESEC member) super excited! :D

Monday, September 10, 2012

Festival Indonesia 2012 in Tokyo

September 8-9, 2012


Yuhuuu, last saturday there was Indonesia Festival at Tokyo Midtown, Roppongi, around 30 mins walking from my office :D. I went there with some AIESEC members, Hanae (my co worker), Yoko and Masa (Yoko's bf). There was batik exhibition as well. Hanae tried to practice it :D :D
Main stage of Festival Indonesia 2012 in Grass Square area in Tokyo Midtown


w/ Takumi and Hanae :D


They had Indonesia food lunch :))



I found so many Indonesian food (such as Nasi Goreng, Nasi Campur), but I could not find any food from my lovely city which is Padang (too bad ha! >,<), whereas you can find Padang Restaurant in every city in Indonesia, it is cool, right!

Here some pictures on that day, but I took it from its website (since my camera was broken, I couldn't take pics T_T)

I saw performance from Soul-ID, they collaborated with a Japanese Singer. 
SoulID featuring Jade on Main Stage


Promotional Booth



Friday, September 7, 2012

What doesn't kill you makes you stronger!

Entah kenapa kejadian lima bulan yang lalu masih terngiang-ngiang di kepala gw. Gw ga mau bilang itu adalah bagian terberat dalam hidup karena market share nya ga nyampe 0.00003% dalam hidup gw! (bahasa bisnis banget ya! gara2 kerja di perusahaan konsultan nih).

Mungkin sekarang saat yang tepat buat share apa yang gw alami. Secara gw udah turun tahta dari ''masa'' itu. 

Kilas balik empat tahun yang lalu, gw adalah seorang mahasiswa baru yang diwajibkan tinggal di asrama. Untuk sekedar diketahui, sejak SMP, bahasa inggris adalah pelajaran favorit gw. Mungkin bisa dibilang gw jago dalam bahasa inggris (nyombong dikit). Makanya gw milih Management International. Agak muter2 sih ini ceritanya, jadi waktu gw di asrama, ada salah satu UKM kampus yg melakukan promosi open recruitment untuk mahasiswa baru. Tanpa mikir panjang, organisasi ini menjadi target ke3 gw yang harus dicapai setelah IP dan program exchange ke Belanda. Dimulai dari beli application form, tes tahap pertama, dan interview process. Pada saat interview gw ngaco se ngaco2nya, bisa dibilang ga maksimal juga. Tapi yang paling gw ingat pertanyaan tentang apa target yang ingin gw capai, ya gw jawab punya IPK bagus dan bisa tamat 3.5 tahun. Terus gw dikasih feedback ''kalo mau tamat cepat dan nilai yang bagus, agak susah rasanya untuk berorganisasi''. Alhasil, gw gak lulus untuk tes tahap selanjutnya. Sedih banget rasanya, ditambah lagi temen2 sekelas yang daftar pada lulus. Gw bulatkan tekad tahun besok harus ikut open recruitment lagi. Gw bener2 ngebet pengen gabung dan jadi member di organisasi ini. 

Memasuki tahun kedua dikampus, gw beli application form lagi (red: untuk kedua kalinya). Bener2 serius dan ambisi yang tinggi kalo kali ini gw harus lulus. Alhamdulilah akhirnya gw lulus dan bergabung sebagai member di organisasi ini.

Bisa dibilang (menurut gw) gw cukup aktif, gw mengikuti semua training yang diberikan untuk member baru, mengambil opportunity sebagai organizing committee, dan apply untuk menjadi organizing committee president walopun ga kepilih (nyali gw bener2 gede, secara masih new member). Ga cuma itu, gw seorang new member (pada saat itu) apply untuk menjadi vice president  (ga kepilih lagi) yang saingannya adalah team leader gw sendiri. Dahsyat kan gw! Gw beberapa kali menjadi host family buat trainee2 dari luar negri. Gara2 menjadi host family inilah makanya gw diizinkan papa dan mama pergi exchange ke Beijing, China. hehe

Lagi dan lagi, dengan semangat pantang menyerah dan ambisi yang kuat, gw apply (lagi) untuk menjadi vice president di organisasi ini. Tau hasilnya apa? I make it happened!  Yup, gw terpilih sebagai vice president ! Selama masa jabatan, gw mendapat banyak pengalaman dan mengalami banyak situasi up and down (lebay nih ceritany). Gw belajar bagaimana menjadi leader untuk team member gw dan bertanggung jawab untuk department yang gw pimpin. Gw belajar bagaimana ga cuma ingin didengar tapi bisa mendengarkan orang lain.

Balik lagi ke mimpi gw untuk tamat 3.5 tahun dengan IPK yang bagus. Yah I make it happened! Gw bisa membuktikan sama orang tua gw dengan aktif berorganisasi bahkan menjadi pengurus inti, gw bisa mewujudkan itu dimana beberapa orang berfikir akan sulit untuk bisa menyeimbangkan organisasi dan perkuliahan.

Tapi sumringah itu hanya sebentar, bulan Maret 2012 gw dihadapi dengan pilihan antara tanggung jawab dan prioritas hidup. Fokus gw udah beda, tapi gw harus melakukan tanggung jawab sebagai pengurus di organisasi ini. Banyak orang bilang ''in this organization you learn how you can not be valued by money'' tapi disini bukan masalah uangnya. Gw enjoy menghabiskan banyak waktu untuk berorganisasi,, tapi ini mengenai tanggung jawab kepada diri sendiri dan orang tua. Begitu banyak pressure yang gw dapat, baik itu keluarga maupun organisasi. Dimana pada saat gw menyusun jenjang untuk masa depan, orang2 men-judge gw sebagai orang yang tidak bertanggung jawab karena meninggalkan tanggung jawab sebagai pengurus. Apa gunanya job delegation?

Gw berusaha untuk enjoy dengan situasi pada saat itu. Sampe akhirnya pertengahan bulan Mai 2012, gw dan teman baik gw, Feni, nonton grand final pemilihan duta pariwisata kota Padang. Sampe membuat lelucon, kapan ya kita yang ada di atas pentas itu karena dari tahun ketahun datang hanya untuk menyaksikan pemilihan duta pariwisata tapi bukan sebagai peserta. Feni pun bilang dia dapat informasi pendaftaran duta pariwisata di salah satu kota di provinsi gw sedang dibuka. Kenapa kita ga coba? Akhirnya gw putuskan untuk daftar dengan modal nekad. Kapan lagi coba, gw harus coba hal yang baru, out of my confort zone, secara gw ga berbakat dibidang entertain ato pun modelling. Beberapa tahap proses seleksi pun gw ikuti. Gw ga yakin bisa masuk 10 besar dengan melihat bakat gw alakadarnya dan gw lebih lama tinggal di Padang dari pada kota tersebut. Tapi nasib berkata lain, disaat gw mau pulang ke Padang, Feni nelpon, dia nyuruh gw datang ke tempat pemilihan karena gw masuk 10 besar, dan akan dikarantina langsung besoknya selama tiga hari kedepan. Antara percaya dan tidak, tapi itu nyata. Pada minggu yang sama juga gw melakukan interview dengan perusahaan consultant di Tokyo tempat gw kerja sekarang. Gw bisa bilang May 2012 is mine karena di minggu yang sama gw diterima di perusahaan tersebut dan terpilih menjadi runner up 1 duta pariwisata di kota tersebut.

Enak banget ya jadi gw? Iya pada saat itu, tapi enggak buat beberapa minggu setelah gw terpilih jadi duta pariwisata. Tau kenapa? Gw mendapat banyak sindiran dan hujatan dari sekelompok orang yang mereka hanya bisa melakukan itu di social media tanpa ngomong ato bertanya sama gw langsung. Mereka berpendapat gw telah melanggar peraturan yang telah di buat, tidak menghargai leader gw (bahkan sebenarnya leader gw tau) dan ga seharusnya mengikuti pemilihan tersebut dikarenakan gw masih menjadi pengurus inti dan tidak dibenarkan mengambil opportunity lain. Yang gw kesal kan disini adalah cara mereka berkomentar benar2 tidak manusiawi. Talk to my face if you want! Mereka memberikan sindiran yang pedas di social media, dan tau siapa mereka? Beberapa dari mereka adalah teman baik gw, dimana gw sangat menghargai mereka sebagai teman baik dan kakak untuk bercerita.

Gw cerita ke orang tua dan salah satu penasehat organisasi ini, sehingga akhirnya gw bener2 yakin kalo gw gak salah sama sekali. Di organisasi ini lo ga dapat bayaran, tapi salah gitu kalo lo mencoba pengalaman lain dan harus mempersiapkan diri untuk masa depan dimana lo udah menyelesaikan studi? Gw berusaha untuk  tegar dengan situasi dan gw disuruh sabar (pinta atasan gw) sampe masa jabatan berakhir. 

Tapi yang pasti, gw gak akan pernah menyesali atas apa yang terjadi sama gw. Gw belajar banyak disini. Kalo gw gak mengalami hal-hal tersebut, belum tentu gw bisa mendapatkan opportunity seperti sekarang ini. Gw berterimakasih sama orang2 yang telah terlibat dalam cerita gw diatas. 

Cerita ini gw dedikasikan buat orang2 yang memiliki mimpi besar dan ambisi yang besar untuk meraihnya karena NOTHING IS IMPOSSIBLE!

Yaaa, what doesn't kill you makes you stronger! :)

Ps: sepahit apapun itu, selalu bersyukur atas apa yang terjadi sama lo dulu, sekarang ato nanti :)


Random + Awkward moment

Saatnya cerita kejadian yang di anggap random plus ''awkward'' yang patut dikupas setajam pisau cukur!

Udah berapa kali ya ketiduran di Subway sampe melewati stasiun rumah atau kantor. Kalo cerita sekarang bikin ketawa geli, tapi kalo saat itu bener2 bikin kesal! Pagi2 otw ke kantor ketiduran secara waktu mepet banget sama jam masuk kantor, belum lagi kalo pulang kantor perut lapar nauzubilah tingkat dewa ditambah pake ketiduran, bikin emosi! >,<

Uang kertas di jepang paling kecil 1000 yen, nah kalo belanja 128 yen, itu baliknya uang koin semua. Alhasil aku punya dompet khusus untuk recehan koin, tapi recehan Jepang jangan dianggap sama dengan negara kita. Recehan koin disini nilainya gede banget, recehan 500 yen sama dengan 50ribuan di Indonesia, serem kan tuh! Jadi karena banyak koin apa lagi yang 1 yen di dompet, kemaren aku coba buat beli tiket subway yang harian (berdasarkan tujuan) 230 yen pake koin 100 yen 2 buah, dan koin 1 yen 30 buah, kebayangkan berapa banyak koin yang dimasukkan ke mesin tiket, tau apa yang terjadi? 32 koin yang aku masukkan semuanya keluar lagi dengan bunyi yang kerasnya seperti koin berceceran di lantai! Ini sumpah malunya minta ampun, mana orang rame pula. Usut punya usut, aku baru sadar kalo si mesin gak terima koin 1yen zzzzz - -'', terpaksa aku isi ulang suica card aja lagi!

Kilas balik weekend aku malam minggu sebelumnya (baca di august 2012 in Tokyo) - night in Shiinjuku. Paginya aku di antar sama Karin dalam keadaan teler (baca: ayan karena ngantuk maksimal). Gak ngerti juga aku sama dia yang maksa buat naik kereta yang tujuannya bukan ke arah apartment aku. Setelah debat panjang lebar dan menjelaskan bahwa apartment aku di daerah Chikatetsu Narimasu bukan di Narimasu, baru deh dia ngalah. Dengan pedenya aku kasih tau jalur subway ke orang asli jepang dan salah masuk di bagian pintu ''ticket checking'' hahaha. Aku masuk ke pintunya orang2 buat keluar, ya mana bisa ''suica card'' aku kebaca, terus salah arah jalan, bener2 kayak orang teler gara2 semaleman putar2 dan bisa dibilang gak tdur (walo tidur kurang lebih 4 jam, tapi ga bisa dihitung tidur nyenyak)!

Haha ini lucu si menurut aku, waktu aku main ke apartment Yoko setelah tragedi ''night in Shinjuku'' itu, aku ketiduran disana sampe sore. Eh karena cowoknya mau datang, aku bangun dan ke stasiun subway bareng sama Yoko sekalian jemput cowoknya baru nyampe. Aku dikenalin sama cowoknya. Pada saat kenalan aku langsung menjulurkan tangan buat salaman. Cowoknya ga nyambut tangan aku malah bungkuk2 gitu, berasa ''tabolok'' jadinya. Ini ga pertama kalinya aku alami, di kantor juga gitu, eh dia ga balas salam tangan aku, perlahan aku turunin tangan dengan adegan ''slow motion''! >,<

Hari Sabtu kemaren, aku kebangun gara2 alarm yang emang diatur hidup jam 6 pagi setiap harinya. Reflect aku  bangun dan matiin alarm dengan pikiran tidur 30 menit lagi baru siap2 ke kantor. Pas narik selimut baru nyadar kalo itu hari Sabtu. Rajin bener ya kayaknya, sampe Sabtu masih mikir berangkat ke kantor hahaha.


Itu dulu yaa cerita random plus ke-awkward-annya! :P

Thursday, September 6, 2012

August 2012 in Tokyo

It's time to wrap up my weekend on August! :))

Harajuku, Shibuya, and Meiji Jingu Shrine
Sunday, August 5 2012

I met Takuya and Seika at Meijijingu-Mae subway station. we went to Harajuku and Shibuya. I have been there before, when I attended International conference in Japan on March 2012, but never feel bored to see Harajuku area :D

a Torii (Shrine archway)
Near United Nations University
With Seika, hope it comes true!
After that we went to Meiji Jingu Shrine near Shibuya. Here, there is a place called Temiyuza where worshipers or visitor wash their hands, then rinse their mouths, before proceeding on. In this temple there is Ema (a wooden tablet into which wishes may be written). People either hang them at one of the hooks provided, you will find them around the camphor tree on the eastern side in front of the main shrine building. There will be table and pens to write wishes into the tablets. Seika bought a tablet for me and I wrote my wishes in Bahasa Indonesia. Haha
              
Temiyuza




Gouma is so funny! He ate indian food :D
Seika could not stay longer with us because she had something to do, then Takuya and I met Takumi (he did internship in my city last year) and Gouma. we had lunch at United Nations University. 










Reference: 
Meiji Jingu Shrine Website

Meet Moe!
Saturday, August 11 2012

First time I met Moe was in Padang. She did internship through AIESEC LC Unand. She knew that I am in Tokyo then we planned to have lunch together at Ikebukuro. Her friends joined with us :)

Lunch with Moe and her friends :D

Welcoming Party 
Saturday, August 11 2012

Edo-Tokyo Museum

It was my welcoming party and 2 chinese EP held by AIESEC LC Keio Sfc. We went to Edo-Tokyo Museum, as a facility to preserve the historical heritage of Edo-Tokyo. At the special exhibition gallery, visitors can enjoy selected exhibits on subjects related to Tokyo's history and culture.








Nihonbashi Bridge

I saw Nihonbashi Bridge and Edo zone (Edo at the start, life in Edo, and Edo culture). At the beginning of the Edo zone is a replica of the Ninonbashi Bridge. Just the pasr the bridge is an introduction to the politics of the Edo Era. As one moves from the 6th floor to the 5th floor, one can then view display portraying the lifestyle, the economic system, and the culture of the Edo Era. The Edo zone potrays the characteristic lifestyle of the Edo culture.








Tokyo Zone (the birth of Tokyo-capital of Japan, modern urban life, war and reconstruction). it starts at the conversion from the Edo Era to the Tokyo Era. The European and American influences that first started the Meiji Era can be seen. Then, the effects of world war II and the reconstruction period that occurred after the war can be learned about.


Two queens haha

at Edo-Tokyo Museum w/ AIESEC Member
hahaha, I just tried to get in!

After that, we went to Shinjuku, took Purikura (popular photo booths in Japan. You can add liitle images to the pictures and then the pictuures print out as stickers), it was really fun! Then we had dinner together at Italian Restaurant in Shinjuku :D

Dinner w/ member AIESEC LC Keio Sfc
What a day! Thanks a lot AIESEC LC Keio Sfc :)


Reference: 

Lebaran Idul Fitri in Tokyo

Sunday, August 19 2012

It was my first time to celebrate Idul Fitri without family. I did not know any indonesian people who living here before. I tried to find Indonesia students association in Tokyo, added their group page on Facebook. I contacted one of them. His name is Arief, luckily he is nice and wanted to help me to get to Indonesia School in Tokyo (place we did praying). He also introduced me to Idot, a university student from UPI, bandung doing exchange program in Japan. We made appointment at Meguro station. At the station I met so many Indonesian people. I got to know with Kak May and her friends, they are from Java island, working in Tokyo as a nurse. There was a woman sat next to me, her name is Tante Fauziah. You know what? She comes from Padang as well!:D She married with a Brazilian. His son is so cute. She told me her experiences marrying with foreigner.

w/ idot, kak may, tante fauziah and his son
With Kak May and her friends

After finished praying, we went to Indonesia Embassy by 15 minutes walking. There was open house held by Indonesia Embassy in Tokyo. I ate Lontong with Chicken, but still my mom's cooking is the best one in the world :'')

w/ Indonesian Students in Tokyo
w/ Indonesian Ambassador for Japan (Bp Muhammad Lutfi)
I was in this video, find me if you can! hahaha


Night in Shinjuku
Friday, August 24 2012

After finished my work, I came back home to take my passport and met Karin at Shinjuku station. I spent a lot money there because we ate a lot, moved from one restaurant to another restaurant (Ramen, McDonald, Italian Restaurant), and slept there for few hours. It was funny, but I can not describe how funny it is! hahaha.
Indie Music on the street
Cheese Pizza! Yummy!

Visited Yoko!

Saturday, August 25 2012

On Saturday morning, I went to Yoko's apartment. Really want to write how could I got there. But I couldn't hahahahaha. She cooked lunch *japanese friend noodle* for me. 


Dinner with coworker 
Friday, August 31 2012

I had Chinese Hot Pot Dinner with my supervisor (Gunji-san), Hosoya-san and Hanae-san at ginza. my supervisor choosed Chinese Hot Pot dinner because he knows I like spicy food and he challenged me whether it was spicy for me or not. But the funny thing, the food is originally from Sichuan Province in China, and I have been there before. hahahaha. 
with hanae-san, gunji-san, and hosoya-san :D


Row Beef
Hot, spicy, delicious, and tasty can describe this food :D
I definitely will have dinner here again next time! Thanks a lot Gunji-san for the invitation :)

Reference:
Chinese Hot Pot Restaurant at Ginza