Friday, September 7, 2012

What doesn't kill you makes you stronger!

Entah kenapa kejadian lima bulan yang lalu masih terngiang-ngiang di kepala gw. Gw ga mau bilang itu adalah bagian terberat dalam hidup karena market share nya ga nyampe 0.00003% dalam hidup gw! (bahasa bisnis banget ya! gara2 kerja di perusahaan konsultan nih).

Mungkin sekarang saat yang tepat buat share apa yang gw alami. Secara gw udah turun tahta dari ''masa'' itu. 

Kilas balik empat tahun yang lalu, gw adalah seorang mahasiswa baru yang diwajibkan tinggal di asrama. Untuk sekedar diketahui, sejak SMP, bahasa inggris adalah pelajaran favorit gw. Mungkin bisa dibilang gw jago dalam bahasa inggris (nyombong dikit). Makanya gw milih Management International. Agak muter2 sih ini ceritanya, jadi waktu gw di asrama, ada salah satu UKM kampus yg melakukan promosi open recruitment untuk mahasiswa baru. Tanpa mikir panjang, organisasi ini menjadi target ke3 gw yang harus dicapai setelah IP dan program exchange ke Belanda. Dimulai dari beli application form, tes tahap pertama, dan interview process. Pada saat interview gw ngaco se ngaco2nya, bisa dibilang ga maksimal juga. Tapi yang paling gw ingat pertanyaan tentang apa target yang ingin gw capai, ya gw jawab punya IPK bagus dan bisa tamat 3.5 tahun. Terus gw dikasih feedback ''kalo mau tamat cepat dan nilai yang bagus, agak susah rasanya untuk berorganisasi''. Alhasil, gw gak lulus untuk tes tahap selanjutnya. Sedih banget rasanya, ditambah lagi temen2 sekelas yang daftar pada lulus. Gw bulatkan tekad tahun besok harus ikut open recruitment lagi. Gw bener2 ngebet pengen gabung dan jadi member di organisasi ini. 

Memasuki tahun kedua dikampus, gw beli application form lagi (red: untuk kedua kalinya). Bener2 serius dan ambisi yang tinggi kalo kali ini gw harus lulus. Alhamdulilah akhirnya gw lulus dan bergabung sebagai member di organisasi ini.

Bisa dibilang (menurut gw) gw cukup aktif, gw mengikuti semua training yang diberikan untuk member baru, mengambil opportunity sebagai organizing committee, dan apply untuk menjadi organizing committee president walopun ga kepilih (nyali gw bener2 gede, secara masih new member). Ga cuma itu, gw seorang new member (pada saat itu) apply untuk menjadi vice president  (ga kepilih lagi) yang saingannya adalah team leader gw sendiri. Dahsyat kan gw! Gw beberapa kali menjadi host family buat trainee2 dari luar negri. Gara2 menjadi host family inilah makanya gw diizinkan papa dan mama pergi exchange ke Beijing, China. hehe

Lagi dan lagi, dengan semangat pantang menyerah dan ambisi yang kuat, gw apply (lagi) untuk menjadi vice president di organisasi ini. Tau hasilnya apa? I make it happened!  Yup, gw terpilih sebagai vice president ! Selama masa jabatan, gw mendapat banyak pengalaman dan mengalami banyak situasi up and down (lebay nih ceritany). Gw belajar bagaimana menjadi leader untuk team member gw dan bertanggung jawab untuk department yang gw pimpin. Gw belajar bagaimana ga cuma ingin didengar tapi bisa mendengarkan orang lain.

Balik lagi ke mimpi gw untuk tamat 3.5 tahun dengan IPK yang bagus. Yah I make it happened! Gw bisa membuktikan sama orang tua gw dengan aktif berorganisasi bahkan menjadi pengurus inti, gw bisa mewujudkan itu dimana beberapa orang berfikir akan sulit untuk bisa menyeimbangkan organisasi dan perkuliahan.

Tapi sumringah itu hanya sebentar, bulan Maret 2012 gw dihadapi dengan pilihan antara tanggung jawab dan prioritas hidup. Fokus gw udah beda, tapi gw harus melakukan tanggung jawab sebagai pengurus di organisasi ini. Banyak orang bilang ''in this organization you learn how you can not be valued by money'' tapi disini bukan masalah uangnya. Gw enjoy menghabiskan banyak waktu untuk berorganisasi,, tapi ini mengenai tanggung jawab kepada diri sendiri dan orang tua. Begitu banyak pressure yang gw dapat, baik itu keluarga maupun organisasi. Dimana pada saat gw menyusun jenjang untuk masa depan, orang2 men-judge gw sebagai orang yang tidak bertanggung jawab karena meninggalkan tanggung jawab sebagai pengurus. Apa gunanya job delegation?

Gw berusaha untuk enjoy dengan situasi pada saat itu. Sampe akhirnya pertengahan bulan Mai 2012, gw dan teman baik gw, Feni, nonton grand final pemilihan duta pariwisata kota Padang. Sampe membuat lelucon, kapan ya kita yang ada di atas pentas itu karena dari tahun ketahun datang hanya untuk menyaksikan pemilihan duta pariwisata tapi bukan sebagai peserta. Feni pun bilang dia dapat informasi pendaftaran duta pariwisata di salah satu kota di provinsi gw sedang dibuka. Kenapa kita ga coba? Akhirnya gw putuskan untuk daftar dengan modal nekad. Kapan lagi coba, gw harus coba hal yang baru, out of my confort zone, secara gw ga berbakat dibidang entertain ato pun modelling. Beberapa tahap proses seleksi pun gw ikuti. Gw ga yakin bisa masuk 10 besar dengan melihat bakat gw alakadarnya dan gw lebih lama tinggal di Padang dari pada kota tersebut. Tapi nasib berkata lain, disaat gw mau pulang ke Padang, Feni nelpon, dia nyuruh gw datang ke tempat pemilihan karena gw masuk 10 besar, dan akan dikarantina langsung besoknya selama tiga hari kedepan. Antara percaya dan tidak, tapi itu nyata. Pada minggu yang sama juga gw melakukan interview dengan perusahaan consultant di Tokyo tempat gw kerja sekarang. Gw bisa bilang May 2012 is mine karena di minggu yang sama gw diterima di perusahaan tersebut dan terpilih menjadi runner up 1 duta pariwisata di kota tersebut.

Enak banget ya jadi gw? Iya pada saat itu, tapi enggak buat beberapa minggu setelah gw terpilih jadi duta pariwisata. Tau kenapa? Gw mendapat banyak sindiran dan hujatan dari sekelompok orang yang mereka hanya bisa melakukan itu di social media tanpa ngomong ato bertanya sama gw langsung. Mereka berpendapat gw telah melanggar peraturan yang telah di buat, tidak menghargai leader gw (bahkan sebenarnya leader gw tau) dan ga seharusnya mengikuti pemilihan tersebut dikarenakan gw masih menjadi pengurus inti dan tidak dibenarkan mengambil opportunity lain. Yang gw kesal kan disini adalah cara mereka berkomentar benar2 tidak manusiawi. Talk to my face if you want! Mereka memberikan sindiran yang pedas di social media, dan tau siapa mereka? Beberapa dari mereka adalah teman baik gw, dimana gw sangat menghargai mereka sebagai teman baik dan kakak untuk bercerita.

Gw cerita ke orang tua dan salah satu penasehat organisasi ini, sehingga akhirnya gw bener2 yakin kalo gw gak salah sama sekali. Di organisasi ini lo ga dapat bayaran, tapi salah gitu kalo lo mencoba pengalaman lain dan harus mempersiapkan diri untuk masa depan dimana lo udah menyelesaikan studi? Gw berusaha untuk  tegar dengan situasi dan gw disuruh sabar (pinta atasan gw) sampe masa jabatan berakhir. 

Tapi yang pasti, gw gak akan pernah menyesali atas apa yang terjadi sama gw. Gw belajar banyak disini. Kalo gw gak mengalami hal-hal tersebut, belum tentu gw bisa mendapatkan opportunity seperti sekarang ini. Gw berterimakasih sama orang2 yang telah terlibat dalam cerita gw diatas. 

Cerita ini gw dedikasikan buat orang2 yang memiliki mimpi besar dan ambisi yang besar untuk meraihnya karena NOTHING IS IMPOSSIBLE!

Yaaa, what doesn't kill you makes you stronger! :)

Ps: sepahit apapun itu, selalu bersyukur atas apa yang terjadi sama lo dulu, sekarang ato nanti :)


No comments:

Post a Comment